Meningkatkan pemanfaatan sistem penjualan online dengan membangun
website online dengan menggunakan Metode Black Box sehingga hasilkan
suatu sistem informasi penjualan online yang akurat dan relevan
memperkenalkan secara luas dan mampu melakukan penjualan secara online
dan Memberikan kemudahan pada pelanggan untuk melakukan pemesanan secara
online serta mendapat informasi.
Selain melakukan pembelian dan pemesanan secara online, fasilitas yang dapat dimiliki sebuah website e-commerce adalah adanya transaksi pembayaran dengan cara online maupun off-line .
Namun dengan adanya pembelian atau pemesanan dengan secara online tersebut , masih banyak kesalahan maupun kendala yang dihadapi oleh para pengguna internet sebagai sarana promosi, salah satunya kesalahan yang sering terjadi adalah adanya kegagalan dalam melakukan transaksi pembelian atau pemasaran.
Dangan sering terjadinya hal tersebut maka penulis mencoba untuk mendanggulagi hal tersebut dengan cara melakukan penerapan metode yang membantu menggurangi kesalahan – kesalahan yang kerap terjadi, disini penulis akan menerapkan suatu metode yang disebut black box. Pengujian black box adalah pengujian aspek fundamentalis sistem tanpa memperhatikan struktur logika internal perangkat lunak. Metode ini digunakan untuk mengetahui apakah perangkat lunak berfungsi dengan benar. Pengujian black box merupakan metode perancangan data uji yang didasarkan pada spesifikasi perangkat lunak.
Data uji dibangkitkan, dieksekusi pada perangkat lunak dan kemudian keluaran dari perangkat lunak dicek apakah telah sesuai dengan yang diharapkan.
Tehnik pengujian black-box berfokus pada domain informasi dari perangkat lunak, dengan melakukan test case dengan menpartisi domain input dari suatu program dengan cara yang memberikan cakupan pengujian yang mendalam. Dengan adanya metode ini maka segala kesalahan ataupun kegagalan akan lebih terseleksi
Metode Black Box
Metode pengujian yang terspesialisasi meliputi sejumlah luas kemampuan perangkat lunak dan area aplikasi. GUI, arsitektur client/ server, dokumentasi dan fasilitas help dan sistem real time masing-masing membutuhkan pedoman dan tehnik khusus untuk pengujian perangkat lunak.
Black-Box Testing cenderung untuk menemukan hal-hal berikut :
1. Fungsi yang tidak benar atau tidak ada
2. Kesalahan antarmuka (interface errors)
3. Kesalahan pada struktur data dan akses basis data
4. Kesalahan performansi (performance errors)
5. Kesalahan inisialisasi dan terminasi.
Pengujian didesain untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut :
1. Bagaimana fungsi-fungsi diuji agar dapat dinyatakan valid?
2. Input seperti apa yang dapat menjadi bahan kasus uji yang baik?
3. Apakah sistem sensitif pada input-input tertentu?
4. Bagaimana sekumpulan data dapat diisolasi?
5. Berapa banyak rata-rata data dan jumlah data yang dapat ditangani sistem?
6. Efek apa yang dapat membuat kombinasi data ditangani spesifik pada
7. operasi sistem?
Desain Test Case
Terdapat bermacam-macam rancangan metode test case yg dapat digunakan, semua menyediakan pendekatan sistematis untuk uji coba, yg terpenting metode menyediakan kemungkinan yg cukup tinggi menemukan kesalahan.
1. Pengetahuan fungsi yg spesifik dari produk yg telah dirancang untuk diperlihatkan, test dapat dilakukan untuk menilai masing-masing fungsi apakah telah berjalan sebagaimana yg diharapkan.
2. Pengetahuan tentang cara kerja dari produk, test dapat dilakukan untuk memperlihatkan cara kerja dari produk secara rinci sesuai dengan spesifikasinya.
Dua macam pendekatan test yaitu :
1. Black Box Testing
Test case ini bertujuan untuk menunjukkan fungsi PL tentang cara beroperasinya, apakah pemasukan data keluaran telah berjalan sebagaimana yang diharapkan dan apakah informasi yang disimpan secara eksternal selalu dijaga kemutakhirannya.
2. White Box Testing
Adalah meramalkan cara kerja perangkat lunak secara rinci, karenanya logikal path (jalur logika) perangkat lunak akan ditest dengan menyediakan test case yang akan mengerjakan kumpulan kondisi dan atau pengulangan secara spesifik. Secara sekilas dapat diambil kesimpulan white box testing merupakan petunjuk untuk mendapatkan program yang benar secara 100%.

Dengan mengaplikasikan teknik black-box maka kita menarik serangkaian test case yang memenuhi kriteria berikut :
1. Test case yang mengurangi, dengan harga lebih dari satu, jumlah test case tambahan yang harus di desain untuk mencapai pengujian yang dapat dipertanggungjawabkan.
2. Test case yang memberitahu kita sesuatu mengenai kehadiran atau ketidakhadiran kelas kesalahan, daripada memberitahu kesalahan yang berhubungan hanya dengan pengujian spesifik.
Pengujian black box merupakan pendekatan komplementer dari teknik white box, karena pengujian black box diharapkan mampu mengungkap kelas kesalahan yang lebih luas dibandingkan teknik white box. Pengujian black box berfokus pada pengujian persyaratan fungsional perangkat lunak, untuk mendapatkan serangkaian kondisi input yang sesuai dengan per syaratan fungsional suatu program.
Black Box Testing
Langkah pertama pada pengujian black box adalah memahami objek yang terdapat dalam model perangkat lunak dan menentukan hubungan yang dimiliki antara objek-objek tersebut. Pengujian berbasiskan model graf based dilakukan terhadap perilakuk system.
Graf based testing menggambarkan graf yang mewakili hubungan antar objek pada modul sehingga tiap objek dan hubungannya dapat diuji. Pengujian ini dimulai dari mendefenisikan semua simpul dan bobot simpul, dimana objek dan atribut diidentifikasikan, serta memberikan indikasi titik mulai dan berhenti.

Langkah-langkah Implementasi
Implementasi merupakan suatu langkah dalam membangun sebuah program. Adapun langkah-langkah implementasi yang dilakukan penulis adalah :
1. Merancang Desain Sistem
Tahap yang dilakukan dalam merancang desain sistem adalah menyelesaikan diagram alir metode yang diujikan sesuai dengan rancangan yang akan dibangun.
2. Menyediakan Hardware dan Software
Dalam langkah ini, penulis melakukan pemenuhan kebutuhan terhadap system baik dalam segi hardware maupun software yang mendukung dalam perancangan sistem.
3. Membangun Sistem
Langkah ini dimana penulis membangun sistem seperti yang telah dirancang sebelumnya.
4. Menjalankan Sistem yang telah dibangun
Menjalankan sistem yang telah dibangun, melihat apakah sistem yang berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.
DAFTAR PUSTAKA
1. Tata, Sutabri, “Analisa Sistem Informasi”. Penerbit Anti, Yogyakarta 2004:15
2. (Jogiyanto, “Pengenalan Sistem Informasi”, 1990: 8).
3. (Kadir, Abdul, “Pengenalan Sistem Informasi”, Penerbit Andi, 2003:11)
4. Galery Foto CV. Panama Water
5. Menurut Gordon B.Davis (2001:52).
Selain melakukan pembelian dan pemesanan secara online, fasilitas yang dapat dimiliki sebuah website e-commerce adalah adanya transaksi pembayaran dengan cara online maupun off-line .
Namun dengan adanya pembelian atau pemesanan dengan secara online tersebut , masih banyak kesalahan maupun kendala yang dihadapi oleh para pengguna internet sebagai sarana promosi, salah satunya kesalahan yang sering terjadi adalah adanya kegagalan dalam melakukan transaksi pembelian atau pemasaran.
Dangan sering terjadinya hal tersebut maka penulis mencoba untuk mendanggulagi hal tersebut dengan cara melakukan penerapan metode yang membantu menggurangi kesalahan – kesalahan yang kerap terjadi, disini penulis akan menerapkan suatu metode yang disebut black box. Pengujian black box adalah pengujian aspek fundamentalis sistem tanpa memperhatikan struktur logika internal perangkat lunak. Metode ini digunakan untuk mengetahui apakah perangkat lunak berfungsi dengan benar. Pengujian black box merupakan metode perancangan data uji yang didasarkan pada spesifikasi perangkat lunak.
Data uji dibangkitkan, dieksekusi pada perangkat lunak dan kemudian keluaran dari perangkat lunak dicek apakah telah sesuai dengan yang diharapkan.
Tehnik pengujian black-box berfokus pada domain informasi dari perangkat lunak, dengan melakukan test case dengan menpartisi domain input dari suatu program dengan cara yang memberikan cakupan pengujian yang mendalam. Dengan adanya metode ini maka segala kesalahan ataupun kegagalan akan lebih terseleksi
Metode Black Box
Metode pengujian yang terspesialisasi meliputi sejumlah luas kemampuan perangkat lunak dan area aplikasi. GUI, arsitektur client/ server, dokumentasi dan fasilitas help dan sistem real time masing-masing membutuhkan pedoman dan tehnik khusus untuk pengujian perangkat lunak.
Black-Box Testing cenderung untuk menemukan hal-hal berikut :
1. Fungsi yang tidak benar atau tidak ada
2. Kesalahan antarmuka (interface errors)
3. Kesalahan pada struktur data dan akses basis data
4. Kesalahan performansi (performance errors)
5. Kesalahan inisialisasi dan terminasi.
Pengujian didesain untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut :
1. Bagaimana fungsi-fungsi diuji agar dapat dinyatakan valid?
2. Input seperti apa yang dapat menjadi bahan kasus uji yang baik?
3. Apakah sistem sensitif pada input-input tertentu?
4. Bagaimana sekumpulan data dapat diisolasi?
5. Berapa banyak rata-rata data dan jumlah data yang dapat ditangani sistem?
6. Efek apa yang dapat membuat kombinasi data ditangani spesifik pada
7. operasi sistem?
Desain Test Case
Terdapat bermacam-macam rancangan metode test case yg dapat digunakan, semua menyediakan pendekatan sistematis untuk uji coba, yg terpenting metode menyediakan kemungkinan yg cukup tinggi menemukan kesalahan.
1. Pengetahuan fungsi yg spesifik dari produk yg telah dirancang untuk diperlihatkan, test dapat dilakukan untuk menilai masing-masing fungsi apakah telah berjalan sebagaimana yg diharapkan.
2. Pengetahuan tentang cara kerja dari produk, test dapat dilakukan untuk memperlihatkan cara kerja dari produk secara rinci sesuai dengan spesifikasinya.
Dua macam pendekatan test yaitu :
1. Black Box Testing
Test case ini bertujuan untuk menunjukkan fungsi PL tentang cara beroperasinya, apakah pemasukan data keluaran telah berjalan sebagaimana yang diharapkan dan apakah informasi yang disimpan secara eksternal selalu dijaga kemutakhirannya.
2. White Box Testing
Adalah meramalkan cara kerja perangkat lunak secara rinci, karenanya logikal path (jalur logika) perangkat lunak akan ditest dengan menyediakan test case yang akan mengerjakan kumpulan kondisi dan atau pengulangan secara spesifik. Secara sekilas dapat diambil kesimpulan white box testing merupakan petunjuk untuk mendapatkan program yang benar secara 100%.
Dengan mengaplikasikan teknik black-box maka kita menarik serangkaian test case yang memenuhi kriteria berikut :
1. Test case yang mengurangi, dengan harga lebih dari satu, jumlah test case tambahan yang harus di desain untuk mencapai pengujian yang dapat dipertanggungjawabkan.
2. Test case yang memberitahu kita sesuatu mengenai kehadiran atau ketidakhadiran kelas kesalahan, daripada memberitahu kesalahan yang berhubungan hanya dengan pengujian spesifik.
Pengujian black box merupakan pendekatan komplementer dari teknik white box, karena pengujian black box diharapkan mampu mengungkap kelas kesalahan yang lebih luas dibandingkan teknik white box. Pengujian black box berfokus pada pengujian persyaratan fungsional perangkat lunak, untuk mendapatkan serangkaian kondisi input yang sesuai dengan per syaratan fungsional suatu program.
Black Box Testing
Langkah pertama pada pengujian black box adalah memahami objek yang terdapat dalam model perangkat lunak dan menentukan hubungan yang dimiliki antara objek-objek tersebut. Pengujian berbasiskan model graf based dilakukan terhadap perilakuk system.
Graf based testing menggambarkan graf yang mewakili hubungan antar objek pada modul sehingga tiap objek dan hubungannya dapat diuji. Pengujian ini dimulai dari mendefenisikan semua simpul dan bobot simpul, dimana objek dan atribut diidentifikasikan, serta memberikan indikasi titik mulai dan berhenti.
Langkah-langkah Implementasi
Implementasi merupakan suatu langkah dalam membangun sebuah program. Adapun langkah-langkah implementasi yang dilakukan penulis adalah :
1. Merancang Desain Sistem
Tahap yang dilakukan dalam merancang desain sistem adalah menyelesaikan diagram alir metode yang diujikan sesuai dengan rancangan yang akan dibangun.
2. Menyediakan Hardware dan Software
Dalam langkah ini, penulis melakukan pemenuhan kebutuhan terhadap system baik dalam segi hardware maupun software yang mendukung dalam perancangan sistem.
3. Membangun Sistem
Langkah ini dimana penulis membangun sistem seperti yang telah dirancang sebelumnya.
4. Menjalankan Sistem yang telah dibangun
Menjalankan sistem yang telah dibangun, melihat apakah sistem yang berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.
DAFTAR PUSTAKA
1. Tata, Sutabri, “Analisa Sistem Informasi”. Penerbit Anti, Yogyakarta 2004:15
2. (Jogiyanto, “Pengenalan Sistem Informasi”, 1990: 8).
3. (Kadir, Abdul, “Pengenalan Sistem Informasi”, Penerbit Andi, 2003:11)
4. Galery Foto CV. Panama Water
5. Menurut Gordon B.Davis (2001:52).
<?php
$host = "localhost";
$user = "root";
$pass = "muhammad";
$db = "kunciinformatika";
mysql_connect($host,$user,$pass) or die ("gagal");
mysql_select_db($db) or die ("Database tidak ditemukan");
?>

Blogger Comment
Facebook Comment